semoga informasi yang diberikan bermanfaat. :-)

Cuteki free cards
Cuteki cute

Minggu, 04 November 2012


PERJUANGAN DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA

            Kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada saat di Indonesia terjadi kekosongan kekuasaan (vacuum of power), yakni pada saat Jepang meninggalkan Indonesia akibat kekalahan Jepang terhadap Sekutu dalam Perang Dunia II. Terjadinya kekosongan kekuasaan di Indonesia dipergunakan oleh bangsa Indonesia untuk memerdekakan Indonesia sendiri. Sebagai pihak yang menang dalam perang dunia II, Sekutu berupaya mengambil perhatian Indonesia dengan membentuk divisi dengan nama Allied Forces Nederlands East Indies (AFNEI) yang dipimpin oleh letnan jenderal Sir Philip Christion. AFNEI pada tanggal 29 September melakukan pendaratan di Jakarta dalam rangka melaksanakan tugasnya yaitu :
  1.   Menerima penyerahan kekuasaan dari Jepang
  2.   Membebaskan para tawanan perang dan interniran Sekutu.
  3.  Melucuti serdadu Jepang dan memulangkannya
  4.    Menciptakan keamanan dan perdamaian
  5.  Menghimpun keterangan untuk menyelidiki pihak-pihak yang dianggap sebagai penjahat perang.

Dalam pelaksanaan tugasnya tersebut  sekutu mendirikan tiga divisi sebagai berikut :
  1.  Divisi India ke-23, ditempatkan di Jawa Barat dan dipimpin oleh mayor jenderal D.C. Hawtorn.
  2.  Divisi India ke-5, ditempatkan di Jawa Timur dan dipimpin oleh mayor jenderal E.C. Mansergh.
  3.  Divisi India ke-26, ditempatkan di Sumatera dan dipimpin oleh mayor jenderal H.M. Chambers.

            Pada awalnya masyarakat Indonesia menyambut baik atas kehadiran divisi Sekutu ini, karena misinya akan menciptakan perdamaian. Akan tetapi, setelah diketahui kedatangan Sekutu ini diikuti oleh Nederland Indies Civil Administration (NICA) dibawah pimpinan Van Der Plas dan Van Mook, maka masyarakat Indonesia menjadi curiga dan berusaha melawan sekutu juga.

               Keadaan masyarakat Indonesia semakin memburuk pada saat itu karena tentara Hindia Belanda (KNIL) dibebaskan oleh Sekutu dan dipersenjatai oleh NICA yang berkeinginan untuk menegakkan kembali Hindia Belanda seperti sebelum Jepang menduduki Indonesia. Berkelang beberapa bulan setelah kemerdekaan Indonesia, pasukan mariner Belanda mendarat di Tanjung Priok tepatnya pada tanggal 30 Desember 1945 dengan tujuan menjajah kembali Indonesia. Oleh karena itu, bangsa Indonesia melakukan perlawanan dengan sekuat tenaga dan berupaya mempertahankan kemerdekaan. Pada saat itu bangsa Indonesia memiliki suatu  tekad lebih baik mati mempertahankan kemerdekaan daripada dijajah kembali oleh Belanda.

A. Upaya Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia
Dalam mempertahankan kemerdekaan, bangsa Indonesia melakukan berbagai perjuangan seperti :
1.      Perjuangan Fisik
Proses perjalanan kemerdekaan yang diperoleh Indonesia belum terwujud seperti yang dicita-citakan oleh bangsa Indonesia. Hal ini disebabkan masih banyaknya gangguan keamanan dari dalam maupun dari luar negeri yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia.
Gangguan keamanan dari dalam disebabkan oleh perubahan cabinet dalam system pemerintahan. Pada awalnya Indonesia memiliki sitem cabinet presidensial diganti menjadi cabinet parlementer.
Sedangkan gangguan dari luar negeri disebabkan oleh kedatangan Sekutu yang membawa Nederland Indies Civil Administration (NICA). NICA mempersenjatai tentara Hindia Belanda  (KNIL) sebagai upaya menjajah kembali Indonesia. Hal inilah penyebab perlawanan Indonesia hingga titik darah penghabisan. Bentuk-bentuk perlawanan fisik rakyat Indonesia seperti :
1.    Peristiwa Bendera di Surabaya
Pengibaran bendera Belanda di hotel Yamato,Tunjungan,Surabaya pada tanggal 19 September 1945 memicu kemarahan rakyat Indonesia. Sehingga rakyat Indoneia menyebu ramai-ramai hotel Yamato dan menerobos masuk kedalam hotel dan menuju atap hotel untuk merobek bendera Belanda yang berwarna merah putih biru dan meninggalkan bendera warna merah putih. berikut video peristiwa pengibaran bendera pada 19 september 1945.




2.     Peristiwa Merah Putih di Minahasa, Manado, dan Biak
Peristiwa ini terjadi karena perlawanan masyarakat  Minahasa, Manado, Biak atas larangan Belanda terhadap pengibaran Bendera Merah Putih yang didukung oleh pasukan Sekutu pada awal bulan September 1945. Masyarakat Minahasa, Manado, Biak tidak memedulikan larangan tersebut dan berupaya mengibarkan bendera Merah Putih.
3.      Pertempuran Lima Hari di Semarang
Pertempuran ini terjadi dipicu oleh sikap membangkangnya tawanan bekas tentara Jepang untuk bekerja dipabrik Gula Ciepiring dan menolak untuk dipindahkan ke Semarang. Pertempuran ini berlangsung selama lima hari yakni, tanggal 15-20 Oktober 1945.
Pertempuran Lima Hari di Semarang 

4.      Pertempuran Medan Area
Pada tanggal 27 Agustus 1945, Teuku Mohammad Hassan sebagai gubernur provinsi sumatera membawa kabar proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dari Jakarta. Pada tanggal 13 September 1945, para pemuda dikota Medan membentuk organisasi perjuangan “Barisan Pemuda Indonesia” yang dipimpin oleh Ahmed Taher. Dan mereka segera melucuti bekas pasukan Jepang yang masih tersisa untuk bekal perjuangan bersenjata selanjutnya.
Kemudian pada tanggal 9 Oktober 1945, pasukan Sekutu hendak menduduki seluruh kota Medan. Akhirnya terjadi pertempuran yang sengit di daerah medan dengan sekutu.
Pemuda Indonesia saat menghadapi Pasukan Sekutu

5.      Pertempuran 10 November di Surabaya
Pertempuran ini diawali karena tindakan tentara inggris yang dipimpin oleh Brigjen A.W.S Mallaby yang mendarat di Surabaya tanpa izin dari penduduk setempat. Namun, akhirnya pendaratan ini disetujui dengan adanya perjanjian yang isinya:
1. Pasukan inggris akan melucuti senjata Jepang
2. Inggris tidak mengikutsertakan angkatan perang Belanda
3. Menjalin kerjasama kedua belah pihak untuk menciptakan keamanan dan ketenteraman.
Pada tanggal 26 oktober 1945 pihak inggris ternyata mengingkari perjanjian tersebut. Dan hal inilah yang memicu terjadinya pertempuran dan kontak senjata antara inggris dan rakyat Surabaya pada tanggal 27 Oktober 1945.
berikut arsip berupa video dari perjuangan melawan tentara sekutu pada 10 november di surabay



6.      Palangan Ambarawa (Jawa Tengah)
Pertempuran ini terjadi Karena terbuktinya pasukan sekutu yang bertugas pokok untuk melucuti dan memulangkan bekas pasukan Jepang ke Negara asalnya menyimpang dengan membantu pasukan Belanda (NICA) untuk menjajah kembali Indonesia.
Palangan Ambarawa
berikut video yang menunjukkan peristiwa perlawanan palangan ambarawa



7.      Pertempuran di Bandung (Bandung Lautan Api)
Pada tanggal 17 Oktober 1945, pasukan sekutu disambut oleh Tentara Republi Indonesia dengan senjata. Dan pada tanggal 21 oktober 1945 sekutu mengeluarkan ultimatum agar Bandung Utara dikosongkan dan seluruh senjata rakyat diserahkan pada pihak sekutu.
Selanjutnya pada tanggal 27 novemmber 1945 sekutu dan pemerintah RI mengadakan perundingan. Pada tanggal 22 maret 1946, sekutu mengingkari perundingan dengan mengeluarkan ultimatum kedua yang menuntut kota Bandung untuk dikosongkan. Hal ini menyebabkan rakyat bandung marah dan terjadi gencaran terhadap pos-pos pasukan sekutu. Hingga pada tanggal 23 Maret 1946, rakyat Bandung akhirnya meninggalkan Kota Bandung. Akan tetapi, sebelum meninggalkan Kota Bandung, rakyat bertekad membumihanguskan kota Bandung.
8.      Pertempuran di Palembang
Pertempuran ini juga didasarkan oleh penyimpangan pasukan sekutu dari tugas utamanya untuk menjaga keamanan Palembang dan melucuti tentara Jepang menjadi memudahkan pasukan Belanda untuk menjajah kembali Indonesia.

9.      Serangan Umum 1 Maret 1949

2.      Perjuangan Diplomasi
Perjuangan Fisik yang diupayakan bangsa Indonesia tidak cukup dan masih diperluakan perjuangan berbentuk diplomasi. Perjuangan Diplomasi penyelesaian konflik tersebut telah diupayakan sebaik mungkin yang membutuhkan energy, pemikiran, waktu yang lama, dan melibatkan peran dunia internasional, meskipun pada saat itu pihak Belanda masih keras kepala.

1.      Menarik Dukungan Dunia Internasional
Menarik dukungan dunia internasional sebagai berikut:
Ø  Melalui forum PBB
Ø  Membina hubungan baik dengan Negara Australia, India, dan Liga Arab.
Ø  Melakukan lobi atau pendekatan dengan Dewan Keamanan PBB
Ø  Berusaha memupuskan kepercayaan internasional terhadap propaganda Belanda yang keliru.
2.      Melakukan Berbagai Perundingan
*      Perundingan linggarjari (10 November – 15 November 1946) yang berisi sebagai berikut:
·         Belanda mengakui de facto kekuasaan RI atas Sumatera, Jawa, dan Madura.
·         Belanda dan RI bersama-sama menyelenggarakan berdirinya Negara Indonesia Serikat.
Negara Indonesia Serikat tetap bekerjasama dengan pemerintah Belanda dengan membentuk Uni Indonesia-Belanda, dengan Ratu Belanda sebagai Kepala Unit.
*      Angresi Militer Belanda I (21 Juli 1947)
Kesimpulan yang didapat dari Agresi Militer I ini ialah :\
·         Belanda terang-terangan mengkhianati perjanjian Linggarjati 25 Maret 1947 dengan menyerbu wilayah de facto RI yang telah diakuinya.
·         Masalah Indonesia diperdebatkan dalam Dewan Keamanan PBB sehingga merupakan masalah internasional.
*      Komisi Tiga Negara
Pembentukan badan ini diawali dengan perilaku Belanda yang melanggar perjanjian Linggarjati dan bertindak keji terhadap Indonesia dalam beberapa hal berikut:
·         Tanggal 20 Juli 1947, Van Mook (perwakilan Belanda) menyatakan bahwa Belanda tidak terikat lagi dengan perjanjian Linggarjati dan perjanjian gencatan senjata. Pernyataan Van Mook itu telah dibuktikan dengan melakukan Agresi Militer Belanda I pada tanggal 21 Juli 1947 terhadap Indonesia.
Tanggal 29 Juli 1947, pesawat Dakota Palang Merah India ditembak oleh pesawat pemburu Belanda diatas Yogyakarta yang menewaskan Adi Sucipto dan Dr. Abdulrachman Saleh.
*      Aggresi Militer II (19 Desember 1948)
*      Perundingan Roem-Royen (17 April – 7 Mei 1949)
*      Konferensi Inter-Indonesia
*      Konferensi Meja Bundar
Poskan Komentar